PELAJARI DENGAN BAIK MATERI, SETELAH SELESAI BUKA RUANG SOAL, KERJAKAN SOAL YANG TERSEDIA.
Rangkuman Materi
Rangkuman Materi
Sifat-Sifat Benda
A. Sifat Benda Padat, Cair, dan Gas
a) Berdasarkan wujudnya benda-benda dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu benda
padat (pensil, batu, kayu), benda cair (air, minyak goreng, susu, dan kecap)
dan benda gas (isi balon).
b) Setiap benda memiliki sifat tertentu yang membedakannya dengan benda yang
lainnya.
c) Contoh benda padat di sekitar kita adalah batu, kayu, besi, beton, dan lain
sebagainya.
d) Contoh benda cair yang ada disekitar kita antara lain air, bensin, madu,
minyak goreng, dan lain-lain.
e) Contoh benda-benda gas di sekitar kita adalah udara, asap knalpot, freon,
nitrogen, dan lain sebagainya.
f) Contoh benda padat adalah kayu. Sepotong kayu diletakkan di mana saja tidak
berubah bentuknya. Volumenya tidak berubah karena suhu atau perubahan tempat.
Molekul-molekul kayu yang terdiri dari berbagai senyawa kimia sangat rapat
sehingga sifat fisik kayu sangat padat dan keras. Molekul-molekul penyusun kayu
tidak dapat bergerak bebas dan tidak dapat mengalir untuk berpindah dari tempat
yang satu ke tempat lainnya. Kayu tidak dapat dapat dimampatkan volumenya.
g) Sifat-Sifat Zat Padat
1) Benda padat memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
2) Bentuknya tetap, tidak bergantung bentuk wadahnya
3) Volumenya tetap
4) Molekul-molekulnya beraturan dan sangat rapat
5) Molekul-molekulnya tidak dapat bergerak bebas
6) Tidak dapat mengalir
7) Tidak dapat dimampatkan
h) Contoh benda cair yang paling banyak kita jumpai adalah air. Air berubah
bentuknya mengikuti bentuk wadahnya, misalnya saat air dimasukkan ke dalam
botol bentuknya adalah seperti ruang dalam botol tersebut. Volume air tidak
berubah, jika air dituang ke wadah yang terlalu kecil, maka air tersebut akan
meluap dan tumpah. Molekul-molekul air (H2O) posisinya saling berjauhan sehigga
masing-masing molekul dapat dengan leluasa bergerak dan berpindah tempat. Hal
ini membuat air mudah mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang
lebih rendah. Air sulit untuk dimanpatkan.
i) Sifat-Sifat Zat Cair
Benda cair mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1) Bentuknya berubah bergantung bentuk wadahnya
2) Bentuk permukaan benda cair yang tenang selalu datar
3) Benda cair mengalir ke tempat lebih rendah
4) Benda cair menekan ke segala arah
5) Benda cair meresap melalui celah-celah kecil
6) Volumenya tetap
7) Molekul-molekulnya tidak beraturan dan agak berjauhan
8) Molekul-molekulnya dapat bergerak bebas
9) Sulit dimampatkan
j) Contoh benda gas yang paling banyak kita jumpai adalah udara. Udara berubah
bentuknya mengikuti bentuk wadahnya, saat dimasukkan ke dalam ban maka
bentuknya mengikuti bentuk ruang dalam ban tersebut karena udara mengisi
seluruh ruang dalam ban tersebut. Volume udara dapat berubah-ubah. Jarak antar
molekul udara sangat berjauhan sehingga molekul-molekul udara selalu bergerak
dengan sebebas-bebasnya. Udara dapat dengan mudah mengalir. Udara juga dapat
dimampatkan dengan mudah sampai dengan tekanan tertentu.
k) Sifat-Sifat Gas
Benda dalam fasa gas memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1) Bentuknya tidak tetap, memenuhi ruang wadah yang tersedia
2) Volumenya berubah-ubah
3) Molekul-molekulnya tidak beraturan dan sangat berjauhan
4) Molekul-molekulnya dapat bergerak sangat bebas
5) Dapat mengalir dengan sangat mudah
6) Dapat dimampatkan
B. Macam Macam Perubahan Wujud Benda
Perubahan wujud pada benda dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu perubahan
wujud yang dapat kembali dan perubahan wujud yang tidak dapat kembali.
1) Perubahan Wujud yang Dapat Kembali ke Bentuk Semula.
• Pada perubahan wujud yang dapat kembali, yaitu benda yang mengalami perubahan
tersebut dapat berubah kembali ke bentuk semula.
• Contohnya perubahan wujud pada air.
Air dapat berubah wujud menjadi es apabila dibekukan, dan es dapat kembali
berubah wujud menjadi air apabila dipanaskan. Air yang berubah menjadi benda
gas dapat kembali berubah menjadi titik air.
2) Perubahan Wujud yang Tidak Dapat Kembali ke Bentuk Semula.
• Pada perubahan wujud yang tidak dapat kembali, yaitu benda yang mengalami
perubahan tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula.
• Contohnya : perubahan wujud yang terjadi karena pembakaran merupakan
perubahan wujud yang tidak dapat kembali, misalnya kertas atau kayu yang
dibakar. Kertas yang dibakar akan berubah menjadi abu. Kayu yang dibakar dapat
berubah menjadi arang. Dengan cara apapun, abu tidak dapat diubah lagi menjadi
kertas. Begitu pula arang tidak dapat berubah menjadi kayu lagi.
• Beberapa proses alami merupakan proses perubahan wujud yang tidak dapat
kembali, misalnya pembusukan yang terjadi pada sayuran dan buah-buahan.
Perubahan yang terjadi karena proses perkaratan juga merupakan perubahan wujud
yang tidak dapat kembali. Besi yang berkarat menjadi hitam dan rapuh. Karat
tidak dapat diubah menjadi besi lagi.
A. Penyebab Perubahan Wujud Benda.
Benda dapat berubah sifat apabila ada perlakuan atau peristiwa yang
mengenainya.
1) Pembakaran.
Benda yang dibakar akan mengalami perubahan sifat, contohnya kayu yang dibakar
menjadi arang dan kertas dibakar menjadi abu, atau kertas yang dibakar juga
akan menjadi abu.
2) Pemanasan.
Pemanasan benda dapat mengubah sifat benda, contohnya beras yang mulanya keras
dan setelah dimasak menjadi empuk, adonan kue yang semula encer dan setelah
dipanaskan dalam oven menjadi padat dan mengembang.
3) Peletakan di udara terbuka.
Minyak kayu putih yang diletakkan di udara terbuka akan menguap karena berubah
menjadi gas, es batu yang diletakkan di tempat terbuka akan mencair, dan
kentang yang dibiarkan di udara terbuka akan berubah warna dan akan cepat busuk.
B. Macam-macam Perubahan Wujud Benda.
Perubahan wujud benda dapat dibedakan menjadi dua yaitu perubahan fisika dan
perubahan kimia.
1) Perubahan Fisika.
• Perubahan fisika yaitu perubahan benda tanpa menghasilkan zat baru.
• Macam-macam perubahan fisika yaitu :
1. Mencair/melebur
Mencair merupakan perubahan wujud dari benda padat menjadi cair. Perubahan
wujud ini disebabkan karena adanya kenaikan suhu (panas). Contoh peristiwa
mencair misalnya: es batu yang dibiarkan di tempat terbuka akan mencair, lilin
yang dinyalakan akan meleleh menjadi cair, mentega jika dipanaskan akan meleleh
menjadi encer, es krim lama-lama mencair.
2. Membeku.
Membeku adalah perubahan wujud dari benda cair menjadi padat. Peristiwa ini
disebabkan karena adanya penurunan suhu. Beberapa contoh peristiwa pembekuan
misalnya: air yang didinginkan dalam kulkas akan menjadi es batu, agar-agar
berbentuk cair pada saat masih panas, tetapi setelah dingin agar-agar berbentuk
padat, lilin cair yang dibiarkan juga akan berubah menjadi padat, minyak goreng
pada suhu yang dingin akan berubah menjadi padat.
3. Menguap.
Menguap adalah perubahan wujud dari benda cair menjadi gas. Perubahan wujud ini
disebabkan karena adanya kenaikan suhu. Beberapa contoh peristiwa penguapan
misalnya: air yang dipanaskan sampai mendidih berubah menjadi uap, spritus yang
diletakkan di tempat terbuka lama-lama akan habis karena menguap, pakaian yang
basah dijemur maka pakaian akan kering karean air yang ada di pakaian menguap,
bensin jika dibiarkan di tempat terbuka lama kelamaan akan habis.
4. Megembun atau Kondensasi.
Mengembun adalah perubahan wujud dari benda gas menjadi cair. Beberapa contoh
peristiwa mengembun misalnya: gelas yang berisi es batu di bagian luarnya akan
muncul titik-titik air, udara mengembun di pagi hari, pada saat kita
menghembuskan napas pada kaca, maka kaca menjadi berembun, air panas ditutup
dengan piring, maka bagian atas piring yang dipakai tutup akan menetes air
5. Mengkristal.
Mengkristal adalah perubahan wujud dari benda gas menjadi padat. Peristiwa ini
terjadi karena adanya penurunan suhu. Beberapa contoh peristiwa mengkritasl
misalnya: hujan salju dan proses pembuatan pupuk nitrogen buatan, kawah gas
belerang, maka pada dinding-dinding kawah dilihat gas-gas belerang yang berubah
menjadi kristal-kristal belerang.
6. Menyublim.
Menyublim adalah perubahan wujud dari benda padat menjadi gas. Beberapa contoh
peristiwa menyublim misalnya kapur barus yang diletakkan di tempat terbuka lama
kelamaan akan habis, penggunaan es kering dalam panggung pertunjukkan,
pembuatan ammonium sulfat dan ammonium nitrat bahan pupuk, dan jelaga yang
merupakan hasil pembakaran pada lampu minyak.
.
2) Perubahan Kimia.
• Perubahan kimia adalah peristiwa perubahan pada benda (zat) yang menghasilkan
zat baru yang berbeda dengan sifat asalnya.
• Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia.
• Contohnya pada peristiwa kertas yang dibakar, besi yang berkarat, pembakaran
bahan bakar, bensin atau solar menghasilkan zat cair dan asap serta energi yang
dapat menggerakkan kendaraan bermotor., proses fotosiontesa pada tumbuhan yang
memiliki zat hijau daun, mengubah air, gas karbon dioksida dan bantuan cahaya
matahari dapat diubah menjadi makanan atau karbohidrat, dan pemanasan batu
kapur menghasil kapur tohor dan gas karbondioksida.







0 komentar:
Posting Komentar